Tampilkan postingan dengan label Tentang Nursing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Nursing. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 September 2011

Saat Janji terucap

‘Seorang yang cakap mampu melewati lingkungan yang enak, kurang enak, cukup enak, tidak enak, bahkan lingkungan tidak enak sama sekali’
(Dekan FIK UI, Dewi Irawati dalam orientasi Pendidikan Profesi 2011, Depok 7 September 2011)

Sebuah inspirasi dari beliau yang sudah menikmati asam garam profesi ini. Selain menjadi orang nomor satu di institusi keperawatan pertama di Indonesia, Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, beliau saat ini juga menjadi orang nomor satu di organisasi keperawatan nasional Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Dengan pengalaman beliau pantaslah kiranya kami larva-larva keperawatan ini bercermin dari sikap dan perkataan beliau. Dan quote di atas adalah salah satu yang menginspirasi gw saat memasuki tahapan profesi.

Mengawali masa baru dan tahapan baru dalam kehidupan kami di perkuliahan. Sebuah masa yang berat menurut sebagian orang, ya benar masa profesi. Hari ini semuanya dimulai dengan pengangkatan janji kepaniteraan sebelum masa profesi dimulai. Dengan kebanggaan sebuah seragam baru resmi kami gunakan, dengan seragam serba putih dengan makara di dada kiri kami menambah prestisiusnya seragak tersebut.

Memang tak dapat dipungkiri, langkah kami sempat terseok-seok dalam melanjutkan pendidikan ini karena beragai hal, yang akhirnya alam melakukan seleksinya dengan terdaftarnya sekitar 89 orang sarjana regular yang melanjutkan tahap profesi. Tentunya yang tidak melanjutkan mempunyai pertimbangan lain untuk kehidupan mereka.
OK, balik lagi ke janji kepaniteraan tadi. Kenapa harus ada janji Kepaniteraan? Profesi kami (perawat) adalah bagian dari ujung tombak pelayanan kesehatan di Indonesia, sesuai dengan kode etik profesi sebelum kami terjun ke lapangan memberikan asuhan keperawatan tentunya kami harus diangkat janjinya untuk benar-benar menjalankan kode etik keperawatan demi pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Tepat pada 9 September 2011 pukul 09.30 Wib upacara pengangkatan janji kepaniteraan ini dimulai. Awalnya sebuah perasaan campur aduk yang kami rasakan, karena dengan seragam ini kami akan mengemban beban di pundak kami memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat meskopun kami sendiri masih dalam tahap belajar. Suasana khidmat ketika Dekan kami membacakan janji dan kami mengikuti sempat mengalir semangat besar dan berdiri bulu roma kami menghayati isi janji.

Sebuah pesan disampaikan oleh dekan kami “hari ini kalian berjanji bukan dihadapan kami pembimbing kalian, tapi kalian akan berjanji dengan diri sendiri dan Allah SWT yang maha tahu isi hati kalian untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat”
Diantara delapan poin janji yang kami ucapkan satu poin yang sangat berkesan bagi kami adalah salah satu poinnya menyebutkan
“saya akan senantiasa berusaha untuk belajar dengan kemampuan tertinggi yang saya miliki dan senantiasa menjaga kesehatan saya”.



Sekali gw ulangi KEMAMPUAN TERTINGGI, sudahkah kita bersiap menghadapi masa penting ini dengan kemampuan tertinggi??

Selasa, 16 Juni 2009

Jadi Perawat itu Panggilan jiwa


Bagi gw......jadi perawat adalah panggilan jiwa (meski menyadur salah satu iklan).
Merawat dengan keprofesionalan itu tujuan gw, dan mendapat amalan itu tujuan akhirat gw.

Meski pada awalnya banyak yang meragukan dan bingung dengan pilihan hidup gw, gimana gak coba seorang beauty(bukan nama sebenarnya, cuma panggilan..hahaha) yang masa kecil nya di habiskan di jalanan -bukan pengamen atau gelandangan gw- tapi masa kecil gw diisi dengan bermain layang-layang, kelereng, sepak bola dan sebagainya lah yang berhasil membuat nyokap gw kudu manggil gw sering-sering buat mandi n pulang kerumah dengan alasan biar gw ga item or gosong karena matahari..hehhee

yayayaya...gw mencintai pilihan gw, mencintai jurusan gw, dan pastinya akan mencintai profesi gw.....menghadapi manusia yang super unik (termasuk gw) memang seru banget. yaahhh...meski waktu kuliah bikin gw capeknya Subhanallah...

Tiap hari gw kudu baca buku yang beratnya hampir sepertujuh berat badan gw, n tebalnya ngalahin KBBI (itu klo yang fotocopy, alias ga asli)hehee..bahkan ngalahin tebal diary gw yang udah gw kumpulin sejak gw SD

Gw emang belum lama merasakan pendidikan dikeperawatan UI,,tapi setidaknya 2 tahun cukup membuat gw mengerti kalau ini memang pilihan hati nurani (bukan kampanye gw). 24 jam menghadapi orang sakit kata dosen gw bukan hal yang mudah, karena setiap orang or manusia ntu yang unik pasti punya perilaku yang beda super ga terduga..(lebay)

Pernah suatu hari gw ngerawat teman gw yang lagi sakit di RS...hmm waktu itu gw serasa jadi perawat beneran, bedanya gw belum boleh ganti infus, belum boleh nyuntik, belum boleh ambil darah (ya iyalah belum lulus)...tapi saat itu gw merasa ga ada yang salah dengan pilihan gw...
dengan bangga gw berdiri melipatkan tangan di dada n I said "I'M PROUD TO BE A NURSE"

(inspirasi ini waktu gw merawat teman yang sakit ntu,,n ketemu mas perawat gendut super baik, ramah n kocak, hahaha...thx bro)